Puji syukur atas kehadirat Allah Swt. atas karunia dan rahmatnya sehingga acara seminar yang kami adakan dapat berjalan dengan sukses walaupumn ada sedikit hal yang menghambat pelaksanaan kegiatan ini,... tapi yaaa itulah yang membuatnya semakin sempurna.
semoga acara dan kegiatan berikutnya bisa lebih solid lagi yaaa,..
Nagh bagaimana dengan seminarnya? dagh pada ngerti bloom kenapa mesti dilaksanakan UJI KOMPETENSI ?..
Seperti kata bapak Dr.dr.H.Rachmat Latief, SpPD., M.Kes., FINASIM. mengatakan, selain sebagai sarana meningkatkan kualitas dalam pendidikan ternyata juga sebagai suatu pengakuan pada tenaga kesehatan bahwa dia adalah tenaga kesehtan yang berkompeten dalam menjalankan tugasnya.
pada saat itu juga bpk.Dr.dr.H.Rachmat Latief, SpPD., M.Kes., FINASIM sebelum membawakan materi diskusinya juga memanggil beberapa tenaga kesehtan dan mahasiaswa yang sempat hadi di acara seminar itu untuk bertanya dan yang pertama di panggil adalah seorang analis kesehatan,.. bpk bertanya jika anda ingin memeriksakan kesehatan anda dimana anda akan memeriksannya? maka seorang analis tadi menjawab,.. saya akan memeriksakannya di P*****(maaf ya di sensor nanti di bilangnya promosi lagi)
lalu berikutnya yang di panggil lagi adalah seorang bidan,.. bpk bertanya lagi,..
jika datang kepada anda seorang ibu yang akan melahirkan dengan keadaan in partu pembukaan 2 dan ketuban belum pecah maka dimana anda akan membawanya?
maka dengan tegas mahasiswa bidan tadi akan membawanya ke rs.********* akantetapi dalam perjalanan ke rs tersebut tenaga kesehatan lain mengatakan ibu ini akan segera di seksiocesaria
maka dimana anda akan memebawanya? makasi si mahasiswa bidan tersebut menjawab ttp di rs. yang tadi dia sebutkan
setelah itu bpk memanggil seorang mahasiswa keperawtan dan bapak bertanya,,.. seandainya adek mendapat seseorang yang mengalami kecelakaan lalulintas maka dimana adek akan membawanya?
maka mahasiswa perawat tersebut menjawab Rs.DR.W****************
setelah itu bapak bertanya kembali pada keseluruhan mahasiswa yang di panggil tadi untuk menayakan apa alasannya mereka memilih rs tsb,..
dan jawabannya adalah KWALITAS dari pelayanan kesehatan yang di berikan
nagh hal ini erat kaitannya dengan kompetensi yang di miliki seorang tenaga kesehatan,.. kira2 mau tidak di layanai sama orang yang tidak memiliki kompetensi dalam menjalankan tugas dankewajibannya??
kalo ADMIN segh ogah..... Awalnya mau selamat malah lumpuh atau game over haddeww...
jadi gak ada lagi tuh tenaga kesehatan yang abal-abal,...
Pada tahun 2011 telah dibentuk Majelis Tenaga Kesehatan Indonesia (MTKI), sebagai pelaksana registrasi bagi tenaga kesehatan non dokter/dokter gigi dan farmasi. Guna kelancaran tugas MTKI, di beberapa provinsi telah dibentuk Majelis Tenaga Kesehatan Provinsi (MTKP). Tugas pokok dam fungsi MTKP dan tata hubungan kerjanya dengan MTKI, sampai saat ini sedang dalam penyusunan.
Disisi lain dalam beberapa tahun
terakhir ini, beberapa rumah sakit swasta telah mempekerjakan tenaga
kesehatan warga Negara asing (TKWNA). Sesuai peraturan dan ketentuan
yang berlaku, penggunaan TKWNA diperbolehkan hanya sebagai konsultan.
Namun pada kenyataannya di lapangan, dijumpai TKWNA juga memberikan
pelayanan kesehatan langsung kepada pasien. Dalam hubungan ini,
pembinaan dan pengawasan tenaga kesehatan belum berjalan dengan
semestinya.
Dimasa yang akan datang sejalan dengan
berlakunya pasar bebas, migrasi TKWNA ke Indonesia tidak dapat
dihindari. Ditataran regional telah disepakati ASEAN Community 2015, yang pelaksanaannya tinggal dalam hitungan hari. Pilar ketiganya adalah ASEAN Sicio-Cultural Community
meliputi bidang ilmu pengetahuan, kebudayaan, teknologi, lingkungan,
kesehatan dan bidang-bidang social lainnya. Konstruksi awalnya adalah
memperbaiki kerjasama Negara-negara ASEAN untuk membangun kehidupan yang
lebih baik untuk membangun peradaban dinegara masing-masing.
Agar dapat menjadi bagian dari
perkembangan global tersebut bangsa kita dituntut untuk mempersiapkan
SDM termasuk tenaga kesehatan yang berkualitas atau memiliki kopetensi
handal sehingga diharapkan mampu bersaing. Jika tidak boleh jadi keadaan
ini akan berdampak negatif bagi kelangsung dan eksistensi bangsa kita.
Bukti nyata tanda-tanda kekalahan kita sebagai efek negative ASEAN Community
ini secara sadar atau tidak telah kita rasakan. Keadaan itu ditandai
dengan telah terjadinya pergeseran arus barang, orang dan jasa tidak
lagi dapat diproteksi oleh Negara secara ketat. Bidang pendidikan dan
kesehatan merupakan sektor yang sangat cepat tergerus, saat ini
dikota-kota besar Indonesia telah berdiri cabang-cabang perguruan tinggi
dan rumah sakit asing yang menawarkan pelayanan pendidikan dan
pelayanan kesehatan dengan mutu layanan prima dan didukung teknologi
tinggi.
Dalam kondisi tersebut nantinya agar
bangsa ini tidak menjadi objek semata dalam perkembangan dan kemajuan
ASEAN, salah satu cara yang dapat ditempuh adalah dengan meningkatkan
kompetensi tenaga yang dihasilkan sistem pendidikan Negara kita.
admin ray.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar